Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Lakukan Pemetaan Cepat Kejadian Banjir dan Longsor Pacitan

Siklon Tropis Cempaka yang terbentuk sejak tanggal 27 hingga 30 November 2017 di wilayah Pantai Selatan Jawa, telah memberikan dampak perubahan pola cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi dan angin kencang di hampir seluruh daerah di Pulau Jawa. Puncak kejadian hujan lebat di daratan Selatan Pulau Jawa yang terjadi pada tanggal 28 November 2017 dini hari mengakibatkan terjadinya berbagai macam bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di sejumlah wilayah dan salah satunya adalah Kabupaten Pacitan.

Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah yang terdampak siklon tropis paling berat. Sungai-sungai meluap hingga membanjiri area persawahan, permukiman dan bahkan merusak sejumlah infrastruktur yang ada. Selain itu, juga banyak dilaporkan kejadian longsor pada area perbukitan yang mengakibatkan rumah rusak dan korban meninggal.

Badan Informasi Geospasial melalui Tim Satuan Reaksi Cepat kemudian mencoba untuk berkontribusi dalam menyajikan data-data spasial kondisi wilayah pasca bencana di Kabupaten Pacitan. Pada tanggal 8-10 Desember 2017 tim Rapid Mapping BIG (Yoniar Hufan Ramadhani, Supendi, Elok Surya Pratiwi dan Agus Budi) melakukan pemotretan menggunakan UAV dan survei lapangan di sebagian wilayah terdampak banjir dan longsor di Kota Pacitan. Hasil Foto Udara  kemudian dibandingkan dengan Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi tahun perekaman 2013-2015 yang merepresentasikan kondisi sebelum bencana.

Berbagai jenis dampak bencana yang berhasil teridentifikasi dan terpetakan melalui foto udara antara lain adalah tanggul jebol, area penggerusan tanggul, rumah rusak, jalan putus, area genangan banjir dan area longsor seperti yang terlihat pada peta yang disajikan dibawah ini.

Gambar 1. Peta Sebaran Dampak Bencana Banjir dan Longsor Pacitan

Gambar 2. Peta Kondisi Sebelum dan Sesudah Bencana Banjir dan Longsor Pacitan

Berdasarkan gambar diatas sebagian besar Kota Pacitan terkena dampak banjir dikarenakan adanya beberapa titik tanggul yang jebol akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi pada saat itu dan disaat bersamaan permukaan air laut juga lagi naik sehingga aliran air tidak bisa ke laut dan berpusar pada aliran sungai dan sungai tidak mampu lagi menampung besarnya aliran yang ada. Selain itu banyak ditemukan kejadian-kejadian longsor berupa area-area kecil disekitar perbukitan. Beberapa longsor yang teridentifikasi berada pada lereng yang curam dengan pola tanaman kebun campuran. Ada juga tersebar pada lereng yang telah dipotong untuk permukiman dan jalan. Tentunya perlu mengevaluasi kembali peruntukan lahan pada daerah-daerah tersebut terutama untuk menguatkan stabilitas tanah agar dapat mengeliminir kejadian longsor nantinya.

Ketersediaan peta sebaran dampak bencana ini sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan penanggulangan bencana khususnya untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Identifikasi lokasi bencana dan penghitungan kerugian akan sangat membantu langkah penanganan bencana dengan tepat. Selain itu, ketersediaan data spasial historis kebencanaan juga sangat penting peranannya dalam pembuatan peta kerawanan (susceptibility map) ataupun peta bahaya (hazard map) guna mengurangi risiko bencana dimasa yang akan datang.

18 Desember 2017
Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim

Unduh Peta Bencana Banjir dan Longsor Pacitan Resolusi Tinggi