Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Lakukan Penandatanganan MoU dengan Kementerian ATR/BPN

Jakarta, Berita Geospasial - Sebagai dasar pelaksanaan kerja sama dalam penyelenggaraan, pengembangan, dan pemanfaatan data dan informasi geospasial untuk pembangunan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang, maka dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding antara Badan Informasi Geospasial dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Penandatanganan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 2 Agustus 2017, di Aula Prona Lantai 7, Kantor Kementerian ATR/BPN.

Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani terkait penyelenggaraan, pengembangan dan pemanfaatan data, informasi dan infrastruktur geospasial untuk pembangunan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang. Ruang lingkupnya meliputi kerja sama penyelenggaraan CORS (Continously Operating Reference Station); pembuatan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelenggaraan peta skala besar; pertukaran dan berbagi pakai (sharing) data dan informasi dasar dan tematik; sosialisasi bersama ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia; pemanfaatan bersama sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan kedua pihak dan kegiatan lain yang dipandang perlu.

Dalam sambutannya Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Z. Abidin menyampaikan bahwa BIG dengan senang hati menerima undangan untuk melakukan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Kementerian ATR/BPN. “Sebagaimana kita bersama bahwa kerja sama ini penting tidak hanya karena banyaknya aktifitas Kementerian ATR/BPN yang membutuhkan bantuan BIG, namun juga sebaliknya banyak juga aktivitas dan kegiatan BIG yang membutuhkan bantuan dari Kementerian ATR/BPN”, jelas Hasan.

Ditambahkan oleh Hasanuddin bahwa CORS tidak hanya untuk survei pemetaan, tetapi juga untuk membantu Kemen-ATR/BPN. Di jaman yang maju ini CORS sudah menjadi multi user system. Bahkan pada zaman penjajahan Jepang, CORS sudah digunakan untuk studi metereologi untuk prediksi cuaca, sebagai kiblat transportasi laut, dan sebagainya. “Hingga saat ini BIG telah memiliki 134 CORS, tetapi seharusnya Indonesia memiliki 2.000 stasiun CORS sehingga dapat mendukung seluruh aspek pembangunan”, ungkap Hasanuddin

Dari mulai survei pemetaan, pertanian, tata ruang, transportasi laut, udara, studi perencanaan, dan sebagainya, CORS sangat dibutuhkan. “Hingga saat ini pemanfaatan CORS di BIG memang sudah multi sektor, dan tentunya nanti kami akan sangat senang bila dapat membantu di sektor agraria dan tata ruang. Saya pikir teman-teman di Kemen-ATR/BPN saat ini memilik target dunia untuk percepatan sertifikasi”, tambah Hasanuddin. Hasanuddin juga menjelaskan kegiatan ini merupakan program pemerintah, bukan hanya tugas Kemen-ATR/BPN, tetapi BIG sebagai lembaga pemerintah hukumnya wajib untuk membantu program Kemen-ATR/BPN. Hasanuddin juga mengungkapkan bahwa BIG juga akan membantu sosialisasi bersama dan kerja sama lainnya di masa depan.

Sementara itu Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A. Djalil, dalam sambutannya menyebutkan “Kami dari Kemen-ATR/BPN juga dengan senang hati melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama ini, karena betul seperti yang disampaikan oleh Kepala BIG, Prof Hasanuddin sebelumnya, banyak kegiatan kami yang membutuhkan dukungan dari BIG, begitu juga sebaliknya. Dan dengan dilaksanakannya penandatanganan kembali MoU ini kami mengharapkan tidak hanya berdampak positif bagi kami, tapi juga memberikan manfaat terhadap pihak-pihak terkait dan terlebih terhadap pembangunan Indonesia”.

Sofyan mengungkapkan bahwa Ia menyetujui rencana adanya 2.000 CORS dari BIG. Diungkapkan bahwa bila Kemen-ATR/BPN punya data spasial yang autenik, tentu bisa mempercepat program pembangunan nasional. Banyak sekali program-program pengembangan pembangunan yang membutuhkan bantuan dari banyak pihak. “Karena menurut saya, suatu tugas/pekerjaan itu akan terasa lebih ringan jika mendapat bantuan dari banyak pihak. Ke depannya dengan kerja sama dari banyak pihak, maka kita juga tentu akan mampu mengerjakan pekerjaan dengan skala besar. Dan apapun bentuk kerja samanya saya harapkan akan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa”, imbuh Sofyan.

 

Kementerian ATR/BPN pada saat yang sama juga melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Asuransi Jiwasraya.  Semoga dengan ditandatanganinya MoU yang berlangsung singkat ini dapat meningkatkan kerja sama yang lebih banyak lagi antara kedua belah pihak ke depannya. Sehingga perencanaan pembangunan nasional dapat semakin maju dan baik. (KN/LR/TR)