Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Laksanakan FGD untuk Dukungan Pengembangan Kawasan Bandar Kayangan

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menetapkan Kawasan Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai kawasan andalan nasional untuk kegiatan industri, perdagangan, jasa dan kelautan. BIG sebagai penyelenggara Informasi Geospasial (IG) melalui Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Model Dinamika Spasial Kawasan Bandar Kayangan. FGD ini dilaksanakan pada Rabu 7 Juni 2018 di Swissbell Kalibata yang diikuti oleh Kementerian/Lembaga serta stakeholder terkait.

Kawasan Bandar Kayangan akan dibangun Global Hub Bandar Kayangan yang merupakan pelabuhan utama modern. Pelabuhan modern tersebut bisa dirapati kapal dengan panjang 500 meter dan kedalaman 35 meter. Pembangunan Kawasan Bandar Kayangan ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal pada jalur ALKI II. Bandar Kayangan diproyeksikan mampu bersaing dengan kota bandar dunia seperti Dubai, Hongkong dan Singapura. Pengembangan Bandar Kayangan dikonsentrasikan pada tiga (3) kawasan unggulan antara lain: pelabuhan internasional, pengilangan minyak, dan kawasan industri.

Selanjutnya pada tahun 2019, akan dilakukan pula pengembangan kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan pusat kota, serta kawasan pariwisata. Pengembangan Global Hub Bandar Kayangan beserta kota pelabuhan berkelas internasional sejalan dengan Program Nawacita yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros maritim dunia.

Mulyanto Darmawan selaku Kepala Pusat PTRA BIG menyampaikan pada FGD bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BIG dalam pengembangan Kawasan Bandar Kayangan. BIG mendukung Bappenas melaksanakan kajian teknokratis dalam pengambilan kebijakan. Perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sasaran agenda prioritas nasional. Peran (IG) dalam perencanaan pembangunan telah merubah paradigma pendekatan sektoral menjadi pendekatan yang lebih THIS, dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Kementerian PPN/Bappenas, Uke Muhammad Hussein menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan BIG. Bappenas berharap model spasial yang sudah ada terus dikembangkan, termasuk pentingnya variabel dan logical model yang dibangun. Model spasial dinamis diharapkan dapat menghasilkan berbagai proyeksi spasial dan non-spasial suatu wilayah berdasarkan indikator yang ditentukan. Ika Retna Wulandhary, Kasubdit Kawasan Khusus Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan pengembangan Bandar Kayangan relevan dengan Sasaran RPJMN 2014-2019 yang menekankan pembangunan keunggulan kompetitif ekonomi berbasis SDA, SDM, dan iptek. Model yang dikembangkan perlu memperhatian KEK Mandalika karena keduanya akan saling mendongkrak.

Ferrianto H.Djais dari Bandar Kayangan Internasional memaparkan rencana pengembangan dan investasi Kawasan Bandar Kayangan. Core bisnis utama Bandatr Kayangan adalah kawasan pelabuhan, industri dan kilang minyak. Kasubdit Perencanaan Tata Ruang Nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Nuki Harniati menjelaskan kedudukan Bandar Kayangan dalam RTRWN. RTRWN sebagai komitmen bersama dalam pembangunan nasional memuat arahan kebijakan dan strategi mengatur ruang baik pola dan struktur ruang termasuk menjelaskan status tata ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten lombok Utara.

Fransisco selaku Kasubbid Kasasan Strategis I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan dukungan infrastuktur pada wilayah Pulau Lombok. Dukungan infrastruktur sudah memerhatikan keberadaan Bandar Kayangan. Beberapa isu lingkungan yang menjadi isu adalah mengenai sumberdaya air dimana Pulau Lombok sudah pada status absolute scare city. Selain itu lokasi Bandar Kayangan yang dekat dengan Rinjani Geopark yang sudah ditetapkan Unesco sebagai World Heritage sehingga perspektif biodiversity cukup menarik.

Pada penutupan, Kabid Pemetaan Dinamika Sumberdaya Habib Subagio berharap kesiapan dan rencana program karena informasi tersebut akan digunakan sebagai variabel variabel yang akan dimasukkan dalam model yang dikembangkan. Semoga melalui FGD ini dapat memberikan gambaran terhadap model dinamika spasial kawasan Bandar Kayangan untuk rencana pembangunan yang akan diselenggarakan. (Roswidyatmoko Dwihatmojo/LR)