Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Kolaborasi dengan ITB, UNUD dan Universitas Zhe Jiang Selenggarakan International Conference for Maritime Sciences and Advanced Technology

Denpasar Bali, Berita Geospasial - Untuk kali pertama, Konferensi Internasional Maritime Sciences and Advanced Technology (MSAT) berhasil diselenggarakan. Bertempat di ruang Aula Pascasarjana Universitas Udayana, the 1st International Conference on MSAT digelar pada 3-5 Agustus 2017. Acara konferensi yang dilaksanakan pertama kali oleh ITB dengan dukungan penuh dari BIG ini mengambil tema “Ocean Science and Technology Toward a Global Maritime Axis”.

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama dari berbagai pihak ini, merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Informasi Geospasial (BIG), Universitas Zhe Jiang, dan Universitas Udayana. Partisipan yang mengikuti   acara the 1st MSAT ini berjumlah lebih dari 200 peserta, dengan 147 diantaranya menyampaikan presentasi  dalam bentuk oral dan poster. Partisipan yang mengikuti konferensi terdiri  dari peserta lokal  dan peserta internasional, dengan China sebagai negara luar yang mengirimkan partisipan terbanyak,  yaitu sebanyak 40 orang delegasi. Selain China, terdapat juga peserta dari Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, India, Turki, Jerman, dan USA, demikian disampaikan Ketua Panitia MSAT, Ivonne M. Radjawane, Ph.D.,

Dalam sambutannya Kepala BIG, Prof. Hasanuddin Z. Abidin, menyatakan bahwa Indonesia memandang perlu berbagai hal pendukung yang terkait dengan kemaritiman, terlebih lagi saat ini pemerintahan Indonesia memberikan perhatian yang sangat besar dengan bidang kemaritiman melalui program-program pembangunannya yang pro maritim. Untuk para peneliti di Indonesia, Kepala BIG juga berpesan, bahwa dapat dipastikan bila di Indonesia, para penelitinya tidak akan kehabisan dengan tema penelitian terkait kemaritiman. Banyak hal yang bisa diangkat untuk dijadikan topik penelitian terkait kemaritiman, saat ini topik-topik penelitian tentang kemaritiman masihlah sangat sedikit.

Hasanuddin juga mendukung berbagai upaya yang dilakukan para peneliti dalam melakukan penelitian khususnya dalam bidang kemaritiman. Ditambahkan juga, bahwa bila ada institusi yang membutuhkan informasi geospasial, maka BIG sepanjang sesuai dengan tusi dan kewenangannya akan berusaha untuk memenuhinya. Terlebih saat ini pemerintah sudah mengeluarkan aturan yang berdasar kepada PP Tarif No. 64 Tahun 2014, dimana disebutkan sebagimana dijelaskan lebih lanjut dengan Perka BIG No.5 Tahun 2015 tentang adanya layanan produk BIG berbiaya nol rupiah.

Seebelumnya, mewakili Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor IV, Prof. I Made Suastra, Ph.D., menyamaikan ucapan terima kasih untuk menjadikan Universitas Udayana sebagai tuan rumah acara, dan juga mengucapkan selamat datang untuk semua partisipan, baik peserta ataupun komite MSAT. Sembari berharap agar acara yang dilaksanakan dari tanggal 3-5 Agustus 2017 ini berjalan dengan lancar.

Sementara itu, perwakilan dari Zhe jiang University, Prof. Li Chunfeng, mengucapkan selamat untuk semua pihak atas terselenggaranya acara konferensi internasional MSAT yang pertama ini. Diharapkan komunikasi antar peneliti muda diantara negara-negara peserta konferensi bisa berlanjut, karena hal ini merupakan sebuah hal yang positif, untuk kemajuan dunia global di masa yang akan datang. Terutama untuk kemajuan dunia kemaritiman, dan sains serta teknologi haruslah berjalan secara beriringan.  Secara khusus untuk Indonesia dan China sebagai negara maritim, haruslah memprioritaskan penelitian bidang maritim sebagai hal yang utama. Untuk itu Zhe Jiang University akan selalu menjaga hubungan baik khususnya dengan ITB, untuk selalu mengadakan kerja sama dan melakukan kolaborasi dalam berbagai pengelolaan penelitian kemaritiman di kedua negara. (DA/TR)