Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG dan Badan Geologi tanda-tangani kesepahaman Bersama

Bandung, Berita Geospasial - Untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur data dan informasi geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Geologi menandatangani MoU atau  Kesepahaman Bersama. Penandatanganan Kesepahaman Bersama dilakukan oleh Kepala BIGHasanuddin Z. Abidin dan Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar di Kantor Badan Geologi Bandung Jawa Barat (18 Mei 2018). Hadir pada penandatanganan tersebut, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial, Adi Rusmanto, Kepala Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika, Antonius Widjanarto Kepala Bidang Geodinamika Achmad Yulianto, Kepala Bidang Toponim, Fifik serta Staf BIG lainnya. Dari Pihak Badan Geologi diahadiri oleh Kepala Pusat Air Tanah Geologi Lingkungan, Andiani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani, Kapus Survey Geologi, Eko Budi Lelono serta pejabat Badan Geologi lainnya.

Maksud dan Tujuan  Kesepahaman Kerjasama ini adalah sebagai dasar pelaksanaan kerjasama dalam pengembangan dan pemanfaatan data, informasi dan infrastruktur informasi geospasial di Bidang Geologi dan untuk memanfaatkan kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki kedua pihak dalam pemanfaatan, pengembangan dan optimalisasi data dan informasi geospasial untuk meningkatkan ketersediaan informasi geospasial di bidang geologi. Ruang lingkup kerjasama ini meliputi : peningkatan kualitas data dan informasi geospasial, pertukaran data dan informasi geospasial serta penelitian dan pengembangan iptek dibidang geologi dan informasi geospasial,

Pada sambutannya Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin mengatakan, Kedekatan BIG dan Badan Geologi sudah sejak dahulu, kedua instansi juga telah melakukan kegiatan bersama sejak dahulu dalam hal dukungan data dan informasi geospasial. Tugas utama BIG adalah membangun data informasi geospasial dasar, IGD diantaranya Peta Rupabumi(RBI), Peta Lingkungan Pantai Indonesia(LPI), Lingkungan Laut Nasional(LLN). Saat ini BIG dalam rangka membangun data dan informasi geospasial sedang giat membangun peta skala besar skala 1 : 5.000 untuk mendukung Peta Rencana Tata Ruang  dan Peta Batas Desa. Ketersediaan Peta Skala Besar baru 1% lebih  serta dukungan data dan informasi geospasial untuk reforma agraria. Dilaut BIG juga dikejar untuk menyiapkan peta laut. Dengan Badan Geologi  dan BIG bekerjasama dalam penggunaan dan pemanfaatan data Jaring Kontro Geodesi dan Geodinamika. BIG mempunyai 170 stasion CORS dan data stasion Pasangsurut yang tersebar diseluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai instansi atau institusi..  Selain itu pada tahun ini BIG juga akan melakukan survey Gayaberat di Wilayah Sumatera untuk melengkapi cakupan data Gaya berat wilayah Indonesia. 

Untuk informasi geospasial tematik, BIG bertugas mengkoordinasi agar peta tematik mengacu pada data dasar BIG.Pada Kebijakan Satu Peta (KSP) BIG mengkoordinasikan data-data tematik dari K/L dan Pemda agar mengacu pada satu data dasar yaitu data dasar BIG. Semua data dan informasi geospasial K/L dan Pemerintah Deaerah tergabung dalam Jaringan informasi Geospasial Nasional (JIGN). Kerjasama ini sangat penting bagi keduabelah pihak dan semoga dapat berjalan dengan baik. Data dan informasi geospasial yang dimiliki kedua belah pihak akan memperkaya data dan informasi geospasial nasional atau JIGN, hal ini akan dapat mendukung percepatan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Pemerintah akan meluncurkan Kebijakan Satu Data, Kebijakan satu data adalah gabungan antara data statistic, data geospasial dan data lainnya. Untuk Data statistik yang bertanggung jawab adalah BPS, untuk Data Spasial yang bertanggung jawab adalah BIG.

Sementara itu pada sambutannya Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar mengatakan, Saat ini pemerintah Indonesia sedang giat membangun infrastruktur termasuk infrastruktur informasi geospasial. Program Kebijakan Satu Peta termasuk didalamnya Badan Geologi turut mendukung dengan data dan informasi geospasial bidang geologi yang diperlukan dalam rangka mesejahterakan rakyat. Terkait dengan KSP, data dan informasi geospasial bidang  geologi ada 17 Tema, 11 Tema ada di Badan Geologi.  Lembaga ini sejak ada sejak zaman Kolonial Belanda dengan nama berbeda. Nama Badan Geologi dibawah Kementerian ESDM baru pada tahun 2005. Dahulu Badan atau Lembaga ini tugas dan fungsinya terkait dengan pertambangan, saat ini orientasinya pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Tugas Fungsi Badan Geologi sebagai berikut : (1)Tekait Kebencanaan  diantaranya G. Api, Benana Gerakan Tanah, Gempa bumi dan Tsunami; (2) Mineral Batubara dan Panas Bumi. Semua kegiatan Badan Geologi tidak terlepas dari data dan informasi geospasial BIG. Kegiatan bersama BIG sudah banyak dilakukan baik diklat geospasial maupun akses data dan informasi geospasial, selanjutnya kedepan agar lebih ditingkatkan lagi sesuai dengan perkembangan teknologi maupun permintaan untuk kesejahteraan rakyat. Setelah penandatanganan dilanjutkan dengan tukar menukar cinderamata antara BIG dan Badan Geologi.