Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bersama Pemerintah Provinsi Dan Kabupaten/Kota Di Provinsi Riau, BIG tandatangani Kesepahaman Bersama

Berita Geospasial, Pekanbaru – Pada 3 November 2017, bertempat di Gedung Pauh Janggi, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Riau, BIG bersama dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Riau menandatangani Kesepahaman Bersama. Kesepahaman bersama ini merupakan Kesepahaman Bersama tentang “Penyelenggaraan, Pengembangan dan Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial di Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Dari BIG, hadir pada acara ini Kepala Badan Informasi Geospasial, Hasanuddin Zainal Abidin; Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati; Inspektur BIG, Sugeng Prijadi; Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Wiwin Ambarwulan; dan Kepala Pusat Standarisasi dan Kelembagaan IG, Suprajaka. Sedangkan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Riau hadir Gubernur Riau, H. Arsyad Juliandi Rachman; Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi; Kepala Bappeda Provinsi Riau, Rahmad Rahim; dan Para Bupati/Walikota di Provinsi Riau.

“Pertemuan ini mempunyai arti penting dalam rangka penyelenggaraan, pengembangan dan pemanfaatan data dan informasi geospasial untuk pembangunan di Provinsi Riau”, jelas Gubernur Riau mengawali sambutannya. Arsyad juga menjelaskan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan spasial yang cepat dan dinamis seyogyanya diikuti dengan perubahan data dan informasi geospasial, karena setiap perubahan tersebut akan menimbulkan masalah jika tidak dilakukan deteksi dini melalui pemutakhiran IG. Dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan IG, maka yang perlu dilakukan percepatan melengkapi seluruh data dan informasi geospasial sesuai amanat undang-undang.

“Dalam rangka mengoptimalkan data informasi geospasial untuk pembangunan di Provinsi Riau dan menghindari adanya penyalahgunaan data dan informasi geospasial maka perlu dibuat kesepahaman bersama antara BIG dengan Pemerintah di Provinsi Riau” lanjut Arsyad. Kesepahaman bersama ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama. Selain itu dalam waktu waktu dekat Peraturan Daerah tentang RTRW Provinsi Riau juga bisa ditetapkan. Arsyad juga berharap dengan kerja sama ini permasalahan terkait penataan ruang bisa teratasi. “Menanam padi di tengah sawah, tumbuh bersemi hingga menguning. Penandatanganan Kesepahaman Bersama membawa marwah untuk membangun bumi Lancang Kuning”, Gubernur Riau berpantun mengakhiri sambutannya.

“Ini pertama kalinya BIG melakukan penandatanganan Kesepahaman Bersama dengan seluruh komponen daerah”, jelas Hasanuddin mengawali sambutannya. Hasanuddin kemudian menjelaskan bahwa paradigma pembangunan yang dicanakan Bappenas saat ini adalah HITS yaitu Holistik Integratif, Tematik dan Spasial.  “Menurut Menteri Bappenas pengajuan anggararan yang tidak berdasarkan informasi geospasial biasanya akan dicoret” lanjut Hasanuddin. Diharapkan dengan penandatangan Kesepaham Bersama ini akan tumbuh kesadaran spasial yang tinggi dari Pemerintah dan Perangkat Daerah di Provinsi Riau.

“Produk utama dari Badan Informasi Geospasial ini adalah peta dasar dan peta-peta ini harus dibagikan kepada seluruh stakeholder. Peta dasar tersebut kemudian akan digunakan untuk penyusunan RDTR, reforma agraria dan sebagainya”, lanjut Hasanuddin. Hasanuddin juga menjelaskan bahwa Peta dasar yang ada di BIG sudah tersedia di Ina-Geoportal (tanahair.indonesia.go.id) yang bisa diunduh secara gratis. Selain itu, ada 85 peta tematik yang diintergrasikan oleh BIG. Akan tetapi 85 peta tematik tersebut belum dibuka secara umum oleh BIG karena masih banyak permasalahan tumpang tindih. “Nantinya akan dibuat aturan terkait pihak mana saja yang bisa mengakses peta-peta tersebut dan sejauh mana pihak tersebut bisa mengaksesnya” jelas Hasanuddin.      

Pada acara ini ditandatangani Kesepahaman Bersama antara Kepala Badan Informasi Geospasial dengan Gubernur Riau. Kemudian Penandatanganan Kesepahaman Bersama antara Sekretaris Utama BIG dengan Bupati/Walikota di Provinsi Riau. Selain Kesepahamann Bersama, juga ditandatangani dua perjanjian kerja sama yaitu:

 

  1. Perjanjian Kerja Sama tentang Pembangunan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Nasional di Provinsi Riau, yang ditandatangani Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Wiwin Ambarwulan dan Kepala Bappeda Provinsi Riau, Rahmad Rahim;
  2. Perjanjian Kerja Sama tentang Pelaksanaan Survei Ground Control Point dan Penyusunan Citra Tegak Satelit Resolusi Sangat Tinggi Wilayah Kabupaten Rokan Hulu, yang ditandatangani Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Wiwin Ambarwulan dan Kepala Badan Perencanaan Pemangunan Daerah Kabupaten Rokan Hulu, Nizar.

 

Dipenghujung acara, Kepala Pusat Standarisasi dan Kelembagaan IG, Suprajaka  memberikan sedikit paparan tentang Simpul Jaringan Informasi Geospasial Nasional. “Pagi tadi BIG berhasil menghubungkan Portal Provinsi Riau dengan Ina-Geoportal BIG” jelas Supraja mengawali paparannya. Seperti diketahui bahwa Jaringan Informasi Geospasial Nasional adalah suatu sistem penyelenggaraan pengelolaan IG secara bersama, tertib, terukur, terintegrasi, dan berkesinambungan serta berdayaguna. JIGN sendiri diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

Suprajaka kemudian menjelaskan bahwa Kota Pekanbaru sendiri menjadi 25 besar dalam penghargaan “Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial”. “Portal yang sudah ada ini diharapkan bisa diisi dengan informasi geospasial yang ada di Provinsi Riau”, tandas Suprajaka. (ES)