Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bappeda Grobogan Berkunjung ke BIG Dalami Informasi Geospasial

Informasi Geospasial (IG) tengah menjadi topik hangat di berbagai kalangan, baik dari Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, Akademisi, maupun Masyarakat umumnya. Hal itu dikarenakan aplikasinya yang semakin mudah dan meluas. Setiap bidang membutuhkan IG yang akurat dan detail untuk peningkatan nilai guna dan nilai manfaat.

Dewasa ini pengertian IG tidak hanya terbatas pada peta di atas kertas, tapi mencangkup semua informasi yang memiliki makna keruangan pada berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang ekonomi dan sosial umpamanya, IG dapat diimplementasikan untuk memetakan persebaran permukiman kumuh, sehingga nantinya akan membantu dalam pembagian bantuan kepada masyarakat miskin. Hal itu sekaligus menghemat biaya untuk transportasi dan logistik dikarenakan lokasi yang sudah diketahui sebelumnya. Sehingga tidak hanya mengoptimalkan penggunaan bahan bakar, namun juga bisa menghemat waktu agar bantuan bisa tersampaikan dengan lebih cepat.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Grobogan Jawa Tengah menjadi salah satu instansi yang melihat pentingnya IG dalam aspek pekerjaannya. Hal itu terlihat pada kunjungannya ke Badan Informasi Geospasial (BIG)  pada Jumat, 16 Mei 2014 lalu. BIG merupakan badan pemerintah yang menjadi penyelenggara tunggal IG Dasar sesuai amanat yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Tak ayal BIG menjadi rujukan K/L, Pemerintah Daerah atau Akademisi untuk mendapatkan pengetahuan tentang IG. Kunjungan Bappeda Kab. Grobogan ini dilakukan dalam rangka untuk belajar tentang IG, terutama yang nantinya akan mendukung penyusunan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) Kab. Grobogan.

Adapun Kab. Grobogan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang bertumpu pada sektor pertanian, khususnya sebagai penghasil pangan, dengan produksi rata-rata sebesar 597.659 ton/tahun. Produktifitas pangan tersebut dengan luas lahan baku pada saat ini adalah 62.680,635 ha, terdiri atas sawah beririgasi teknis, sawah beririgasi setengah teknis, sawah beririgasi sederhana, dan sawah tadah hujan.
“Dikarenakan dalam penyusunan dan implementasi Perda RTRW mengalami banyak kesulitan seperti dalam hal ketersediaan dan keakuratan data, penting bagi kami untuk mengunjungi BIG dan berbagai ilmu terkait informasi geospasial ini”, ujar Pudjo Albachrun Kepala Bappeda Grobogan. Pudjo juga mengingatkan para staf yang hadir agar menyerap materi dari BIG dengan seksama dan nantinya mengaplikasikan pada bidang pekerjaannya masing-masing di Bappeda Grobogan. Para rombongan diterima dengan terbuka oleh Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerjasama (PPPKS) BIG. Dengan bertempat di Aula Gedung S Lantai 2 BIG, sebanyak 37 orang dari Bappeda Grobogan mendapatkan presentasi dari pusat-pusat terkait yang ada di BIG. Adapun beberapa pusat yang memberikan paparan pada hari itu adalah : Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT), Balai Diklat Geospasial, Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW), Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PPTRA), serta Pusat Standarisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG) BIG.

Acara yang dimulai pkl 09.00 tersebut diawali dengan presentasi terkait sejarah BIG, tugas BIG, serta produk-produk yang dihasilkan BIG. Kemudian dilanjutkan dengan paparan terkait masing-masing pusat yang didapuk memberikan materi pada hari itu. Selama kurang lebih 2 jam para peserta kunjungan mendapatkan uraian dari para narasumber BIG. Setelah itu acara diteruskan dengan diskusi tanya jawab. Para staf Bappeda Grobogan bertanya kepada pemateri dengan bersemangat, sehingga waktu setengah jam untuk sesi tanya jawabpun kurang.  Acara diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata antara BIG dengan Bappeda Grobogan. BIG memberikan Peta NKRI edisi 2013 kepada Bappeda Grobogan, sebaliknya Bappeda Grobogan pun juga memberikan plakat kepada BIG. Kunjungan pada hari itupun diakhiri dengan foto bersama antara peserta dengan narasumber yang hadir. Semoga kunjungan ini bisa memberikan manfaat bagi semua pihak dan membuka pintu kerjasama lain di masa depan.