Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bahkan, Penyebaran Lapas pun Telah Memanfaatkan Informasi Geospasial

Ada satu yang menarik, Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham) ternyata telah menggunakan aplikasi Informasi Geospasial (IG) untuk memetakan sebaran lapas di Indonesia di laman www.ditjenpas.go.id, dengan mengacu pada Informasi Geospasial (IG. Demikian juga untuk sebaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Klas IIA Narkotika di Jawa Barat bisa diakses di http://www.ditjenpas.go.id/pasnew/views/upt.

Disadari atau tidak, kemajuan yang pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini memungkinkan kita untuk dapat memperoleh informasi dengan cepat melalui internet. Kondisi ini memungkinkan kita untuk bersinergi dan berbagi pakai data dan informasi yang dimiliki. Hal ini karena tidak ada satu instansi manapun di Indonesia yang memiliki seluruh data secara lengkap. 

BIG sebagai penyelenggara Informasi Geospasial (IG) di Indonesia telah meluncurkan Ina-Geoportal pada 17 Oktober 2011. Ina-Geoportal yang sebagai sebuah portal, website dan repository untuk konten Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk berbagi pakai peta dan aplikasi dengan pihak lain. Pengguna dapat mengustomisasi aplikasi yang diinginkan serta bisa saling berbagi pakai data dan informasi pada komunitasnya.

Kemenkumham dalam mengembangkan sistem informasi penyebaran Lapas-nya, sudah menggunakan informasi geospasial, namun masih menggunakan google map, tidak ada salah menggunakan fasilitas ini, namun ke depannya, menjadi tugas BIG untuk menyosialisasikan Ina-Geoportal ke Kemenkumham.  Dan, alangkah lebih baiknya jika Kemenkumham nantinya bisa bergabung untuk menggunakan Ina-Geoportal dengan alamat www.tanahair.indonesia.go.id sehingga peta sebaran lapas misalnya bisa dibagipakaikan dengan berbagai informasi geospasial dari K/L lain. Tentu saja dengan mengacu pada IG Dasar dari BIG. 

Informasi penggunaan informasi geospasial tersebut diperoleh pada saat Humas BIG mengikuti Pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI di Bandung, pada Rabu-Kamis, 11-12 September 2013 dengen mengunjungi Lapas Sukamiskin dan Lapas Banceuy Bandung.

Keikutsertaan BIG di acara ini sebagai bagian dari tanggung jawab Humas BIG yang tergabung dalam Bakohumas dalam mensosialisasikan berbagai informasi yang dimiliki setiap kementerian/ lembaga (K/L). Pertemuan ini juga berfungsi sebagai ajang bertukar pikiran, pengalaman dan berbagai ilmu terkait tugas kehumasan pemerintah sekaligus silaturahmi di antara sesama anggotanya yang dikoordinir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. Acara ini diikuti oleh sekitar 100 (seratus) peserta yang berasal dari berbagai K/L anggota Bakohumas.

Tema yang diusung pada pertemuan Bakohumas ini adalah "Membangun Pemasyarakatan yang Bersih dan Melayani". Hal ini sesuai dengan misi  agar para peserta Bakohumas dapat melihat sendiri pembenahan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang sudah dilakukan terutama di Lapas Kasus Korupsi Sukamiskin dan Lapas Kasus Narkoba Banceuy Bandung. Pembenahan yang dimaksud berupa pembinaan keahlian kepada warga binaan lapas.

Secara garis besar, gambaran lapas sebagai tempat hukuman yang gelap pengap, sempit dan bau ternyata berbeda. Lapas Sukamiskin dan Banceuy ternyata bersih dan nyaman. Para warga binaan penghuni lapas mendapat pelatihan berbagai keahlian yang diharapkan jika sudah bebas bisa digunakan untuk mencari penghidupan. Peserta pertemuan Bakohumas diajak untuk melihat langsung berbagai hasil kerajinan hasil produksi warga binaan Lapas Sukamiskin serta berkunjung ke sel tahanan yang dulu dihuni Presiden RI Pertama Ir. Soekarno. Begitu pula di Lapas Banceuy, lapas kebanyakan dihuni oleh warga binaan kasus narkoba ini, peserta pertemuan Bakohumas disambut dengan sejumlah atraksi kesenian khas Jawa Barat seperti permainan angklung yang dibawakan oleh sejumlah warga binaan Lapas Banceuy.

Para peserta pertemuan Bakohumas yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM  mendapatkan pengalaman dan gambaran baru tentang lapas di Indonesia khususnya Lapas Sukamiskin dan Lapas Banceuy Bandung.

Acara inti diisi dengan diskusi bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM RI Prof. Denny Indrayana. Disampaikan beberapa tips serta beberapa pengalaman ketika berhubungan dengan media. Prof. Denny lebih mengedepankan untuk menjaga hubungan baik dengan media. Khusus jika ada masalah di suatu instansi, lebih baik instansi tersebut yang membuka dan mengatasinya, dengan mengambil contoh kasus terbongkarnya peredaran narkoba di Lapas Cipinang Jakarta Timur yang disidak langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin beberapa waktu lalu.

Oleh: Agung TM