Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Tantangan dalam Penggunaan Object-Oriented Model untuk Mengelola Data Spasial

Perkembangan Sistem Informasi Geografis dalam pemodelan obyek atau fenomena di bumi adalah dengan menggunakan object-oriented data model dimana obyek tersebut direpresentasikan sebagai obyek yang memiliki property, behavior dan hubungan dengan obyek lain. Beberapa keuntungan didapatkan dalam sistem ini seperti terintegrasinya data spasial dan atribut dalam satu sistem, akses dapat dilakukan secara bersamaan oleh banyak pengguna dan kecepatan dalam analisis data. Pada kenyataannya terdapat empat faktor yang menghambat penggunaan sistem pemodelan ini seperti sistem yang lama sudah memadai, kurangnya pemahaman, sistem object-oriented yang rumit dan kurangnya tenaga ahli. Dua hal yang direkomendasikan dalam mengatasi hambatan ini adalah dengan memberikan pemahaman dan pelatihan intensif tentang sistem ini.

Selengkapnya...