Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Penggunaan High Temporal and Spasial Imagery dalam Pencarian Pesawat yang Hilang

PENDAHULUAN

Awal tahun 2007 ini, Bangsa Indonesia kembali dikejutkan oleh hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Maskapai Adam Air yang menerbangkan 102 penumpang dan krunya dari Surabaya ke Manado. Pesawat ini terbang dari Bandar Udara Internasional Juanda-Surabaya pukul 12.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Samratulangi-Manado pukul 16.14 WITA. Pesawat ini kemudian kehilangan kontak dengan ATC Bandar Udara Hasanuddin-Makassar pada pukul 14.53 WITA, dan hingga kini keberadaanya masih belum diketahui. Signal ELBA (Emergency Locator Beacon Aircraft) yang ditangkap oleh pihak Singapura mengindikasikan posisi terakhir pesawat berada di daerah Majene, Sulawesi Barat. Keterangan terakhir menyebutkan ada 3 posisi yang ditangkap dari signal ELBA tersebut, yakni Majene, Ratapao, dan Bolaang.

RESPON PEMERINTAH

Pemerintah dalam hal ini BASARNAS (Badan SAR Nasional) mengerahkan berbagai upaya untuk mencari keberadaan pesawat naas tersebut. BASARNAS bersama aparat TNI dan POLRI dibantu masyarakat mengerahkan ribuan orang untuk melakukan penyisiran di lokasi yang diduga tempat jatuhnya pesawat naas tersebut. Selain itu, penyisiran dari udara juga dilakukan dengan pesawat-pesawat milik BASARNAS dan TNI/POLRI, serta pesawat dari Tim SAR Singapura. Dari beberapa alternatif yang ditempuh pemerintah seperti disampaikan di atas, masih belum menunjukkan pemanfaatan citra satelit untuk melokalisir daerah-daerah potensial untuk pencarian pesawat, apabila diasumsikan jatuh di daratan.

Tulisan ini merupakan kontribusi terhadap upaya mengungkapkan adanya alternatif lain untuk melokalisir posisi pesawat melalui pemanfaatan citra satelit dari beragam citra satelit yang mengorbit bumi pada saat ini.

Selengkapnya...