Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Melawi

Wilayah yang dikenal sebagai DAS Melawi meliputi wilayah Kabupaten Sintang dan kabupaten baru hasil pemekarannya pada awal tahun 2004, yaitu Kabupaten Melawi. Sungai Melawi merupakan sungai utama yang menjadi urat nadi perekonomian, sosial, dan budaya di kedua kabupaten tersebut, sehingga kelestarian sungai ini seharusnya menjadi isu yang sangat penting. Disamping itu, sebagai 'pemasok' utama Sungai Kapuas, maka Sungai Melawi juga menjadi sangat strategis posisinya di wilayah Kalimantan Barat secara keseluruhan. Kelestarian lahan juga tidak bisa dikesampingkan mengingat mayoritas penduduk Kabupaten Sintang dan Melawi menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, khususnya tanaman pangan.

Dari hasil pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan melalui analisis terhadap beberapa parameter fisik, ditemukan kerusakan yang cukup serius di wilayah DAS Melawi, baik menyangkut kerusakan lahan maupun pada kualitas air sungai. Beberapa akibat yang telah dirasakan adalah tingginya tingkat sedimentasi di muara Sungai Kapuas dan beberapa ruas jalur sungai, sehingga mengganggu fungsi transportasi utama di daerah ini, yaitu transportasi air/sungai. Beberapa 'gangguan' lain adalah menurunnya kualitas air sungai untuk konsumsi air minum, fluktuasi ekstrim antara kekeringan dan banjir, dan sebagainya. Tingkat kerusakan bervariasi di antara anak-anak sungai yang ada, dan dalam studi ini klasifikasinya dilakukan melalui metode scoring.

Mengingat kondisi tersebut di atas, maka mutlak diperlukan sebuah sistem pemantauan, perencanaan, dan pengelolaan yang sistematis dan terpadu dengan pendekatan batas-batas ekologi daerah aliran sungai (bukan semata-mata batas administrasi). Sistem ini harus bisa menjamin pelestarian kemampuan lingkungan hidup daerah aliran sungai yang serasi dan seimbang untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan penduduk yang tinggal di daerah tersebut khususnya dan masyarakat luas yang terkait pada umumnya. Beberapa alternatif pengelolaan DAS (sub DAS) dituangkan dalam tulisan ini.

Selengkapnya...