Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Global Positioning System (GPS)

Kehadiran teknologi GPS, membuka peluang akuisisi data koordinat (lintang, bujur, dan tinggi) secara cepat, tepat, dan dengan ketelitian yang cukup baik. Spesifikasi alat GPS yang tersedia di pasaran sangat beragam, mulai dari tipe handheld/navigasi dengan ketelitian pada tingkat meter, hingga tipe geodetik yang bisa mencapai tingkat ketelitian hingga level milimeter. Seiring dengan kebutuhan aplikasi survei dan pemetaan yang makin ”mengandalkan” GPS, maka dituntut metoda akuisisi data posisi atau koordinat dengan ketelitian tinggi namun dengan strategi pengukuran dan pengolahan data GPS yang relatif singkat dan mudah. Hal ini terutama sangat dirasakan manfaatnya apabila data yang diakuisisi meliputi ratusan atau bahkan ribuan titik dalam sebuah jaringan pada sebuah proyek survei dan pemetaan.

Inilah yang mendasari Balai Penelitian Geomatika untuk melakukan penelitian dengan judul ”Optimalisasi Hasil Pengukuran GPS” . Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif metodologi/strategi dan algoritma pengukuran dan perhitungan data GPS yang bisa dimanfaatkan pada aplikasi pekerjaan survei dan pemetaan.

Fokus penelitian ini adalah pemilihan metoda pengukuran GPS: statik, kinematik, real-time kinematik. Penekanan diarahkan pada metoda real-time kinematik (RTK) karena relatif baru dan belum banyak diaplikasikan secara meluas. Juga pemilihan metoda pengolahan data GPS diteliti lebih jauh: optimalisasi bentuk jaringan, optimalisasi parameter pendukung (atmosfer, ocean tide loading, efemeris planet, dan sebagainya) dan juga optimalisasi perolehan data tinggi dari GPS.

Dengan demikian hasil penelitian ini akan bermanfaat untuk aplikasi praktis survei dan pemetaan, khususnya dalam rangka penentuan posisi/koordinat untuk pekerjaan rekayasa secara cepat, mudah dan (relatif) murah . Hasil penelitian ini juga mendukung tugas pokok dan fungsi BAKOSURTANAL dalam menyediakan/mewujudkan Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) dan standardisasi metodologi penentuan posisi dengan GPS.